Follow Us:

Program UNESCO

Program Inovasi Pendidikan Asia Pasifik untuk Pembangunan

Memperkuat kemampuan negara-negara enggota dalam penciptaan dan penggunaan inovasi-inovasi pendidikan untuk pembangunan dan perkembangan sosial ekonomi yang berkelanjutan.

APEID diluncurkan pada tahun 1973 sebagai program UNESCO yang bersifat antar negara, dengan mandat untuk memperkuat kemampuan negara-negara anggota dalam menciptakan dan memanfaatkan inovasi-inovasi pendidikan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.


Tujuan utama APEID adalah untuk:


(i) mendorong dan memfasilitasi aktifitas-aktifitas inovatif dalam rangka menguatkan qualitas dan kesetaraan pendidikan,

(ii) memprkuat kemampuan negara-negara anggota dalam menggalakkan dan mengadakan aksi-aksi inovatif di segala area, dan

(iii) mempromosikan kerjasama teknis antar negara dan saling berbagi pengalaman sukses di bidang-bidang seperti pengembangan kurikulum, pendidikan dan training teknik dan kejuruan, serta pendidikan tinggi.


Area khusus dalam APEID adalah Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development  - ESD), sebuah usaha untuk menciptakan sebuah dunia dimana semua orang dapat merasakan keuntungan dari pendidikan dan mempelajari nilai-nilai, perilaku dan gaya hidup yang dibutuhkan guna mencapai masa depan yang berkelanjutan dan perubahan transformasi sosial. ESD di dalam APEID bertugas mengkoordinasikan aktifitas regional sebagai sumbangan dalam pelaksanakan Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Decade for Education for Sustainable Development) dimana UNESCO menjadi garda depan pemimpin secara global.  


Area lintas sektor lain yang dalam naungan APEID yaitu program ICT dalam Pendidikan (ICT in Education). Program ini pada awalnya merupakan sebuah tanggapan atas kesepakatan negara-negara anngota UNESCO pada Konferensi Umum UNESCO ke-31, dimana tindakan dan aksi perlu diambil untuk memanfaatkan teknologi infromasi dan komunikasi dalam usaha meningkatkan daya jangkau dan kualitas pendidikan, untuk mendukung perkembangan ilmiah serta untuk mempromosikan budaya lokal. Program ICT dalam Pendidikan ini berdasarkan pada pola pikir bahwa penggunaan ICT secara inovatif dan sepantasnya akan mampu membantu mengurangi kesenjangan untuk mengakses pendidikan, akan mampu meningkatkan kualitas belajar mengajar, mempromosikan aspek kreativitas, pola pikir kritis dan pembelajaran tentang bagaimana cara belajar. Program ini sebagian besar didukung oleh Japanese Funds-in-Trust dengan tambahan dukugan dana dari sektor swasta.


Program Pendidikan untuk Semua Asia Pasifik

Mempromosikan keaksaraan, pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan


Program Pendidikan untuk Semua Asia Pasifik (Asia and Pacific Programme of Education for All – APPEAL) merupakan program kerjasama regional yang didesain untuk mempromosikan keaksaraan, pendidikan dan perawatan anak usia dini (Early childhood care and education - ECCE), pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan sebagai bagian dari komponen terpadu dari pendidikan dasar dan pendidikan seumur hidup, dibawah panduan prinsip-prinsip dasar pendekatan berbasis hak asasi manusia. APPEAL menitikberatkan strateginya pada masalah pengarusutamaan jender, partisipasi masyarakat, inklusi, pembangun jaringan, pemanfaatan ICT, dan inovasi-inovasi dalam hal pendekatan pendidikan formal dan non formal, khusussnya inovasi-inovasi yang dihasilkan untuk menjangkau kelompok kurang beruntung. APPEAL mempromosikan pendidikan multi bahasa berbasis bahasa ibu (mother tongue-based multilingual education - MLE) sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan juga untuk membantu menjembatani kaum minoritas menuju masyarakat yang lebih besar.


Dalam melaksanakan programnya, prioritas diberikan pada usaha menjangkau kelompok yang terpencil dan terpinggirkan, wanita, kaum minoritas dan para penyandang cacat.


APPEAL membangun jaringan di berbagai area khusus, antaralain ARTC (dalam hal keaksaraan dan pendidikan lanjutan), GENIA (jender) dan EENET (pendidikan inklusi).


Komunikasi dan Informasi

Membangun masyarakat berpengetahuan inklusi melalui informasi dan komunkasi

Menindaklanjuti strtaegi dan rekomendasi Laporan Dunia UNESCO berjudul “Menuju Masyarakat Berpengetahuan (UNESCO World report “Towards Knowledge Societies”), CI membantu negara-negara dalam mempromosikan arus bebas gagasan, akses bersama terhadap informasi dan kebebasan bereskpresi. Unit ini mendukung peningkatan dalam hal infrastruktur informasi dan media, pelayanan, dan training bagi para profesional media dan informasi. Sumber akses informasi masyarakat dan radio dan TV komunitas memanfaatkan ICT untuk meningkatkan akses masyarakat pedesaan terhadap informasi dan pengetahuan sebagaimana juga untuk meningkan sumbangan meraka dalam membangun masyarakat berpengetahuan. Dalam rangka mendorong kebebasan berekspresi, CI bekerjasama dengan para pendidik dan pustakawan dalam menerapkan program keasksaraan infromasi dan media untuk memperlengkapi pemuda dengan ketrampilan yang akan dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam masyarakat berpengetahuan. Dengan memanfaatkan ICT, pengetahuan tradisional dalam dokumen-dokumen kuno tidak hanya dipertahankan, tapi juga disebarluaskan secara luas dalam bentuk dan format baru.

 


Kebijakan dan Reformasi Pendidikan

Mendukung riset operasional untuk dalam pensosialisasian kebijakan nasional dan membangun kapasitas untuk pembangunan dan reformasi pada sektor pendidikan

Unit Kebijakan dan Reformasi Pendidikan (Education Policy and Reform – EPR) berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, mempromosikan riset yang berorientasi pada masalah kebijakan, dan menyajikan infromasi dan saran-saran kepada pemerintah dalam hal kebijakan dan reformasi pendidikan. Aktifitas yang dilakukan melalui metode partisipasi mencakup: koordinasi/penyelenggaraan riset operasional dalam berbagai topik yang berkenaan dengan kebijakan; mengadakan workshop dan memproduksi material untuk membantu memperkuat kapasitas kelembagaan guna menghasilkan formula dan penerapan kebijakan yang lebih baik di tingkat pusat dan daerah; menyediakan pelayanan penyuluhan bagi para analis sektor pendidikan, reformasi, dan penyuluhan tentang manjemen sumberdaya kepada pemerintah dan partner kerja. EPR membantu usaha memobilisasi sumber daya untuk pendidikan di seluruh wilayah Asi aPasifik dan membantu memaksimalkan penggunaan sumber daya tersebut dengan cara bekerjasama lebih dekat dengan Badan-badan PBB, Bank-bank Pembangunan dan Donor Bilateral.


Unit Koordinasi HIV/AIDS dan Kesehatan Sekolah (HIV/AIDS Coordination and School Health Unit)

Sebuah Pendekatan Berkelanjutan: Pendidikan Pencegahan HIV, Perawatan, dan Pengawasannya


Tim Koordinasi HIV dan AIDS dan Tim Kesehaan Sekolah (HIV and AIDS Coordination and School Health Team) bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan usaha-usaha UNESCO dalam hal HIV dan AIDS baik di tingkat kantor regional maupun di kantor daerah. Strateginya adalah dengan meningkatkan keterlibatan dan kerjasama diantara semua sektor di UNESCO, untuk bekerjasama secara lebih dekat dengan partner di wilayah ini dan secara bersama-sama  dalam merespon HIV dan AIDS dan mempromosikan masalah kesehatan sekolah.


Unit ini berfokus pada peningkatan kapasitas sektor pendidikan. Unit ini juga menyajikan bantuan dalam hal perencanaan strategis, pengembangan kurikulum, training untuk para guru, serta pengawasan dan evaluasi. Selain itu, unit ini juga mengembangkan materi advokasi dan perangkat pendidikan di tingkat kementrian, sekolah, pusat belajar masyarakat dan lain-lain. Bentuk pelayanan yang lainnya adalah penyebaran informasi dan juga mempromosikan proses berbagi pengetahuan.


Unit Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja (Adolescent Reproductive and Sexual Health Unit - ARSH) merupakan bagian dari keseluruhan kerja Unit HIV dan AIDS di UNESCO Bangkok. Bagian ini mendukung penyebarluasan, perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut program-program dan kebijakan ARSH; dan sebelumnya telah membuat pedoman advokasi berbasis agama/ kepercayaan di Philipina (Katholik), Indonesia (Islam), dan Thailand (Buddha).


Unit Regional untuk Ilmu-ilmu Sosial dan Kemanusiaan di Asia Pasifik (Regional Unit for Social and Human Sciences in Asia and the Pacific - RUSHSAP)

Transformasi sosial demi mewujudkan keadilan dan martabat


Sektor Ilmu-ilmu Sosial dan Kemanusiaan berusaha untuk meningkatkan pengetahuan, standarisasi, dan hubungan intelektual demi memfsilitasi transformasi dimana nilai keadilan kebebasan, dan martabat manusia dihargai. RUSHSAP mengembangkan dan mempromosikan kebijakan sosial yang menjunjung tinggi perdamaian dan hak asasi manusia bersama-sama dengan para partner di Asia Pasifik. Prioritas utamanya adalah pada bioetika dan etika ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini mencakup pendidikan bioetika dan menerapkan serta mempertimbangkan standar etika internasional. Perhatian dititikberatkan pada dialog filosofis antara beberapa wilayah guna menemukan kembali nilai etika dan budaya dalam kancah modernisasi. Unit ini berfokus pada beberapa area termasuk ketentraman manusia beserta perkembangan sosialnya, usaha pengentasan kemiskinan, migrasi, etika lingkungan, kepemudaan, termasuk riset dan training.


Kebudayaan

Mempromosikan kreatifitas budaya dan menjaga warisan kekayaan dunia.


UNESCO merupakan badan PBB yang secara khusus diberi mandat untk mempromosikan kreatifitas dan menjaga kekayaan dan keanekaragaman warisan budaya dan alam dunia. Di tengah wilayah Asia Pasifik yang berkembang dan berubah dengan cepat, UNESCO memilki peran kunci dalam memperbaiki dampak aspek-aspek negatif globalisasi   sembari memperkenalkan perkembangan sosial dan ekonomi berdasarkan strategi yang memaksimalkan aset kebudayaan dan sumber daya manusia di setiap komunitas.

Secara global, Sektor Kebudayaan UNESCO mempunyai tiga tujuan strategis yang saling berhubungan:
- Mendukung penyusunan, pengadopsian, dan penguatan instrumen yang telah dibuat di wilayah kebudayaan, khususnya masalah perlindungan warisan budaya
- Melindungi keanearagaman budaya dan mendorong pluralisme dan dialog antar budaya dan kebudayaan
- Meningkatkan hubungan antara budaya dan pembangunan melalui capacity- building dan saling membagi pengetahuan.
 


Manajemen Informasi dan Pengetahuan (Information and Knowledge Management - IKM)

 

Manajemen Informasi merupakan Unit IKM yang penting. Dengan memanfaatkan fasilitas dan keahlian yang dimiliki sendiri, Unit ini mendesain, mengedit dan mempublikasikan hingga 40 monograf setiap tahunnya, dalam bentuk cetak maupun versi pdf. Versi pdf merupakan koleksi penting e-library. E-Library yang dimiliki UNESCO juga menyajikan akses ke basis-basis data dan rumah kliring dan juga sambungan-sambungan ke berbagai perangkat pencarian referensi. Melalui Kelompok Informasi Umum (Public Information Group) yang dimiliki, pesan dan kepakaran UNESCO mampu menjangkau khalayak pendengar yang lebih luas melalui media cetak dan elektronk serta melalui berbagai konferensi dan pameran. IKM juga mengelola halaman situs UNESCO Bangkok, yang merupakan sumber berita utama berkenaan dengan aktivitas Biro Regional: www.unescobkk.org.